Kemenkominfo Temukan 1500 Lebih Hoaks, Biasakan Saring Fakta Sebelum Sharing Berita

  • Bagikan


JAKARTA,- Di sekeliling kita, informasi banyak sekali bertebaran dan belum tentu semuanya benar. Mulai dari politik, teknologi, sara, dan isu sosial, terutama baru-baru ini mengenai kesehatan yang banyak sekali beredar di grup What’sApp, maupun Facebook.

banner 336x280

“Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bahkan telah menemukan lebih dari 1.500 berita palsu, jumlah itu terbilang banyak dan saat ini pasti jumlahnya bertambah dan hari ini kita masih menghadapi berita-berita palsu itu,” ujar Fathin R. Sukmana, LAPSI Pimpinan Pusat IPM saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat I, Selasa (12/7/2021).

Berita palsu atau hoaks sendiri memiliki ciri-ciri, seperti isi pesan aneh sehingga membuat pembacanya panik dan cekas, penyebarannya lewat email atau media sosial agar jangkauannya lebih luas, ada anjuran untuk disebarkan dan identitas pengirimnya tidak diketahui.

Herannya berita palsu ini masih saja dikonsumsi masyarakat, sebab biasanya mereka malas membaca artikel secara utuh dan hanya bagian judulnya saja. Penggunaan internet yang cukup lama juga menenggarai berita palsu masih kerap dibaca, dan karena jumlah gawai yang ada jauh lebih besar dari penduduk Indonesia.

“Secara psikologis atau mentalitas juga, ketakutan dan kepanikan, hingga mudah percaya dan ingin jadi yang pertama menyebarkan berita pertama kali. Selain itu bisa karena fanatisme berlebihan hingga tak peduli benar atau salah,” ujarnya lagi.

Di antara marak beredarnya berita palsu ada peran media untuk menengahi itu semua. Di antaranya dengan memverifikasi ulang sebuah kejadian, untuk mendapatkan informasi yang valid, kolaborasi dan menggali sumber informasi, serta membuat berita yang sesuai kode etik, dan terbuka dalam memberikan informasi tanpa ada yang ditutupi.

Sementara untuk mencegah beredarnya berita palsu setiap individu harus membiasakan diri membaca berita secara utuh. Mengecek sumber berita, cek ulang fakta, dan membandingkannya dengan sumber berita yang kredibel. “Untuk meminimalisir berita palsu ubah mentalitas, pahami pola berita palsu, berhenti jangan share jika merasa ada kejanggalan, dan berbagi mengenai bahayanya berita palsu,” kata Fathin.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Dino Hamid, Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia, Syarief Hidayatulloh Digital Strategic Hello Monday Morning, dan Hellen Citra Dewi seorang Psikolog & Senior Trainer SEJIWA.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.



Source link

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *