Sudahkan Anda Bersyukur Hari Ini?

  • Bagikan


Viral Foto Perempuan Tanpa Jantung di Medsos, Sebagai Penguatan Diantara Kita, Repost Beritasenator.com

banner 336x280

Wanita dalam foto yang sedang tersenyum ini, namanya Salwa Hussein.

Dia adalah wanita tanpa jantung dalam tubuhnya. Dan ini, merupakan kasus langka di dunia.

Salwa membawa jantung buatan di dalam tas. Perempuan yang hidup tanpa Jantung ini, kemanapun ‘manggul’ Ransel isi mesin Pompa Darah.

Surat kabar Inggris “Daily Mail” melaporkan bahwa Salwa Hussein, 39 tahun, adalah satu~satunya manusia yang bisa hidup seperti ini di Inggris.

Selwa menjalani operasi penyelamatan jiwa yang sangat radikal sehingga dia sekarang membawa jantungnya di dalam ransel.

Kisah menakjubkan Selwa dimulai ketika dia mulai merasa sangat terengah-engah. Dia menyeret dirinya ke mobil dan mengemudi sejauh 200 yard untuk menemui dokter keluarganya di Clayhall, Essex.

Dokter mengirimnya ke rumah sakit setempat di mana dokter memberitahu bahwa ia mengalami gagal jantung yang parah.

Empat hari kemudian, dia dilarikan dengan ambulans ke Rumah Sakit Harefield yang terkenal di dunia di mana sejumlah ahli jantung berjuang untuk membuatnya tetap hidup.

Dia terlalu sakit untuk tetap hidup dengan pompa pendukung yang membantu jantungnya yang gagal.

Begitu pula untuk mendapatkan transplantasi jantung.

Jadi dengan harapan hidup yang tipis, Al suaminya, setuju Selwa diberi jantung buatan.

Jantung alami Selwa diangkat oleh ahli bedah dan diganti dengan implan buatan dan unit spesialis di punggungnya.

Ransel Selwa berisi dua set baterai untuk menyalakan motor dan dia memiliki unit kedua yang siaga di ransel lain jika yang pertama gagal.

90 detik atau mati. Al, atau pengasuh lain kini harus selalu bersama Selwa.

Jika terjadi bencana, misalnya mesin pompa jantung mati, mereka hanya memiliki waktu 90 detik untuk menghubungkan Selwa ke mesin cadangan.

Selwa memiliki waktu berbulan-bulan untuk membiasakan diri tetap hidup dengan jantung di dalam ransel.

Jantung buatan Itu menggerakkan darah ke seluruh tubuhnya dengan kecepatan 138 denyut per menit dalam ritme yang menyebabkan dadanya bergetar.

Ada suara pompa dan desingan konstan dari motor di ransel yang dia pakai saat dia keluar atau berpindah lantai saat di rumah.

Dua tabung plastik besar yang terhubung ke ransel masuk ke tubuhnya melalui pusar dan naik ke dadanya.

Mereka kemudian mengisi dua balon di dalam rongga dadanya dengan udara.

Jadi cara kerjanya seperti bilik jantung alami yaitu untuk mendorong darah ke seluruh tubuhnya.

Selwa, ibu dari seorang anak laki-laki berusia lima tahun dan seorang gadis berusia 18 bulan,

mengatakan, ia perlu waktu untuk memulihkan kondisi dan pulang dari rumah sakit.

“Saya sangat sakit sebelum dan sesudah operasi sehingga saya membutuhkan waktu selama ini untuk cukup bugar dan bisa pulang,” tuturnya.

Para ahli yang memeriksa gagal jantung Selwa menyimpulkan bahwa dia memiliki kondisi yang disebut kardiomiopati.

Jantung buatan Selwa senilai 86.000 poundsterling atau sekitar Rp 1,7 miliar dibuat oleh perusahaan Amerika Serikat.

Jantung itu dipasang di tubuh Selwa lewat operasi selama enam jam.

Operasi dilakukan oleh ahli bedah Diana Garcia Saez dan dibantu oleh kepala operasi transplantasi Harefield, Mr Andre Simon.

Harefield adalah satu-satunya pusat di Inggris yang menggunakan perangkat tersebut.

“Harefield benar-benar luar biasa. Mereka datang dengan solusi yang memungkinkan saya untuk tetap hidup untuk melihat Tahun Baru bersama keluarga saya. Untuk itu saya berterima kasih selamanya,” tutur Selwa.

Mr Simon mengatakan, operasi berjalan sangat baik dan pemulihan Selwa sangat baik.

“Sejauh ini baru satu orang lain di Inggris yang pulang dengan jantung buatan. Ini mengikuti operasi di Rumah Sakit Papworth, Cambridgeshire, pada tahun 2011,” tuturnya.

Setelah menunggu dua tahun, pria berusia 50 tahun itu berhasil menjalani transplantasi jantung dan masih hidup hingga sekarang.

Dia sudah menikah, merupakan ibu dari dua orang anak, mencoba menjalani kehidupan layaknya orang normal.

Jantung Salwa ditempatkan di dalam tas yang selalu bersamanya. Tas tersebut berisi perangkat dengan dua baterai seberat 6,8 kg yang merupakan motor listrik dan pompa.

Baterai mendorong udara ke dalam kantong plastik di dada pasien melalui tabung yang terpasang guna sirkulasi darah.

Semua masalah dan kekuatiran kita, sepertinya bukanlah apa~apa dibanding wanita ini.

Dia masih bisa tersenyum. Sedangkan kita seringkali kehilangan ketenangan pikiran karena hujan lebat, panas yang terik, kicau burung yang bising, teh yang kurang manis, atau anak-anak yang nakal, pasangan hidup yang bikin kesal.

Yuk share tulisan ini, agar kita semua punya sikap bersyukur. Sudah Anda bersyukur hari ini?

Marilah kita senantiasa bisa bersyukur, sebab kondisi kita jauh lebih baik dari Salwa.



Source link

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *