Idap Kanker Prostat, SBY Terbang ke Amerika

  • Bagikan


Kabar mengejutkan datang dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah terdiagnosis mengidap kanker prostat. Kepala Bakomstra Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra telah membenarkan kabar tersebut dan menyatakan SBY sedang melakukan perjalanan ke Amerika Serikat guna  berobat kanker prostat stadium awal dengan didampingi tim dokter.

banner 336x280

SBY terdiagnosis kanker prostat berdasarkan sejumlah hasil pemeriksaan melalui metode MRI, biopsi, positron emission tomography (PET) specific membrane antigen (SMA) scan, dan pemeriksaan lainnya.

Terkait itu, SBY pun sudah menghubungi Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai kondisi kesehatannya dan rencana untuk berobat ke luar negeri. “Saat ini beliau sudah berangkat, diperkirakan akan tiba malam ini di Amerika Serikat atau siang hari waktu setempat,” ujar Herzaky kepada wartawan, Rabu (3/11/2021).

Herzaky menambahkan, kanker prostat yang diderita oleh Bapak SBY masih berada dalam tahapan (stadium) awal sehingga semua opsi terbuka untuk melakukan pengobatan dan penyembuhan.

Setelah dilakukan konsultasi yang mendalam dengan tim dokter Indonesia, termasuk para urolog senior, diputuskan medical treatment dilakukan di sebuah rumah sakit di luar negeri yang memiliki pengalaman panjang dan teknologi yang maju untuk menangani kanker prostat. “Kemarin SBY juga masih beraktivitas seperti biasa,” tambah Herzaky.

Seperti diketahui, prostat adalah kelenjar kecil yang terletak di bagian dasar kandung kemih dan kanker prostat berkembang di dalam kelenjar prostat. Menurut data American Cancer Society, enam dari sepuluh kasus kanker prostat ditemukan pada pria berusia di atas 65 tahun.

Pakar kesehatan PT Tradisi Untuk Semesta (TRUST), Darmawan mengungkapkan resiko terjadinya kanker prostat meningkat seiring bertambahnya usia. “Hal ini disebabkan karena semakin bertambah usia maka semakin melemah kemampuan tubuh seseorang dalam mengendalikan pertumbuhan sel-sel abnormal, sehingga akhirnya mengganggu pertumbuhan sel yang normal dan terjadilah kanker,” papar Darmawan.

Untuk itu Darmawan menyarankan para pria untuk menerapkan gaya hidup ‘GEMBIRA’. “Cara terbaik yang bisa kita lakukan agar terhindar dari kanker prostat adalah dengan menerapkan gaya hidup GEMBIRA, yaitu gerak terus, agar sirkulasi darah lancar, Emosi cerdas, agar hormon endorfin kebahagiaan selalu aktif,  Makan dan minum dijaga, supaya nutrisi tercukupi, Bersyukur, membantu mengurangi stress, Istirahat cukup, agar proses pemulihan sel-sel tubuh terjaga baik,  Rukun bersosialisasi, mengurangi ketegangan saraf, dan Aktif berkarya, menjaga fungsi kerja otak,” jelas Darmawan.

Tak hanya ‘GEMBIRA’, bagi Darmawan dengan mengonsumsi ginseng merah korea bisa berperan sebagai anti kanker dibanding dengan ginseng jenis lain. “Ginseng merah korea yang terkandung dalam Bentrap mengandung lebih banyak ginsenoside yang membantu mengendalikan aktivitas hormone, menstabilkan kinerja saraf dan mengandung panaxydol, panaxynol, panaxytriol, yang berperan sebagai anti kanker,” pungkas Darmawan.

 

Bentrap, merupakan suplemen kesehatan pria herbal yang diproduksi oleh PT Tradisi Untuk Semesta (TRUST). Ginseng merah korea yang terdapat dalam Bentrap mampu mencegah kanker ataupun untuk pengobatan kanker.

“Efek anti kanker pada ginseng merah ini dapat menekan sel-sel kanker berbeda, memperkuat potensi agen antikanker, menghambat metastasis dan resistensi terhadap agen antikanker, merangsang aktivitas sel-sel pembunuh alami, dan merangsang fungsi kekebalan tubuh,” ujar Tole Sutrisno, Direktur Operasional PT TRUST

Tole menambahkan minuman kesehatan pria ini selain fungsional juga bernutrisi sehingga aman di konsumsi baik bagi penderita diabetes,hipertensi, kolesterol, obesitas dan penderita jantung. “Meski ginseng merah korea tidak mengandung racun dan aman dikonsumsi siapapun, sebaiknya konsumsi ginseng secukupnya sesuai anjuran,” tutup Tole.

 



Source link

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *